TEMPAT TINGGAL BARU - ORANG JAKARTA TINGGAL DI LAMPUNG

by - May 11, 2017


Hello blogs! Back to my post!

Sudah kurang lebih 2 minggu sejak aku memutuskan untuk tinggal di Lampung. Tentu keputusan yang berat untuk meninggalkan Jakarta, blogs! Tapi aku optimis sesuatu yang menarik, baik, dan unik akan selalu datang menghampiri! Seperti ide untuk menulis Lampung Series ini. Yass!! Lingkungan yang baru mengharuskan aku untuk beradaptasi akan hal-hal baru yang sebelumnya ada ataupun tidak ada di Jakarta, nah ini yang buat menarik!

Perbedaan ekstrim ini yang membuat aku belajar hal-hal baru yang menarik ini yang buat aku enjoy terhadap habitat baru ini. Lol. Seperti halnya, kalau di Jakarta, aku melihat cityscape dengan lampu kelap-kelipnya di malam hari. Sedangkan, kalau di Lampung kelap-kelip bintang lah yang aku lihat. Adalagi! Kalau di Jakarta, traffic manusia dan kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang cukup tinggi, sedangkan di sini, hanya ada sawah-sawah hijau dan sapi-sapi ternak yang harganya tidak kalah dengan harga satu mobil avanza loh!. Lol. Banyaklah hal menarik yang berbeda yang aku dapatkan disini. And. . Mau banget di share! :) Nantinya kedepannya, aku bakal share lebih banyak pengalaman dan informasi dari hasil eksplorasi aku di kota Lampung. And. . Untuk Lampung Series ini aku akan menggunakan Bahasa Indonesia, so stay tuned yaa!! (yaa campur campur dikit lah )

So, kebetulan di kota Lampung ini aku ga tinggal sendirian, disini tuh ada papa dan saudara-saudara dari keluarga papa yang tinggal di kota ini. So, actually i'm not alone in this case. lol. Tinggal di daerah di Way Hui, Kecamatan Sukarame (Plis aku juga ga tau ini exact nya dimana, sory orang baru soalnya. lol) Yaa. . Daerah rumah tinggal yang aku tinggali saat ini dapat dikatakan cukup 'unik' dan terpencil dari pusat kota Bandar Lampung. Hahaha. But, i really don't mind it!! Really!! Seperti apa yah. . Ibarat udah penat dan lelah kan dengan pekerjaan-pekerjaan di kantor, tapi pas pergi dan pulangnya selalu disuguhkan dengan pemandangan indah. Masalah, kepenatan, dan hal-hal negatif lansung hilang dengan sendirinya! Ppyong! Setiap hari! Lol. Selain itu, karena ada banyaknya hal baru, keinginan untuk eksplor dan mengambil jepretan-jepretan foto menjadi intens. Yass!! And i want to share it for you. blogs! Here we are, my new habitat. . New environment :)) 



 Persawahan 

-  Beginilah kami hidup. Hidup dengan apa yang kita punya.
Tidak ada ambisi. -

So, ini lah lingkungan dimana aku tinggal. Ketika mengambil jepretan foto ini, persawahan padi ini sedang dalam masa panennya. Kalau sekarang (tanggal post hari ini) mah, mereka sudah menanam hasil bumi baru. Sudah bukan padi lagi, melainkan cabai merah dan jagung! Wuuu. . Memang aku belum akrab dengan orang-orang disini, yah maklum kan orang baru yaa. Tapi aku bisa katakan kalai penduduk di sini ramah dan friendly. Kalau si papa kadang minta hasil bumi (dikit doang sih), dikasih loh! Telur pun terkadang dibagikan juga, asik kan yahh fresh from the hen! Hahaha. 






Hello Sapi!

Penampakan sapi seperti ini, sudah menjadi hal biasa buat aku. Sudah jadi teman kita #loh. . Awalnya agak takut karena mereka sebenarnya ada dalam kawanan besar dan berkelompok, takut diseruduk gitu kan. Tapi lama kelamaan, oke lah mereka jinak. Lol. 

Pernah dengar atau baca cerita rakyat untuk anak-anak yang judulnya "Si Kerbau dan Si Burung Bangau" ? Ini sapi sih, bukan kerbau. Nah, di persawahan ini, aku pernah melihat si Burung Bangau tuh lagi berdiri di sebelah si Sapi cukup lama. Seperti lagi nemenin si Sapi gitu. Really! And. . Scene tersebut, mengingatkan aku kembali sama cerita anak tersebut. And now, . cerita tersebut buat aku percaya kalau yang aku baca itu ternyata nyata! Lol! Kalau ga salah ya, ceritanya waktu itu aku baca di koleksi cerita anak dari susu Dancow deh! Yang kalo beli susu nya dapat buku seriesnya. #ifuknowwhatimean Lol



Petang
- Sinar dari arah barat, 
yang menunjukkan bahwa ini sudah petang -



Mari Pulang!

Pas ngeliat scene ini, aku ingat lagu nya Tasya yang ada liriknya "... Sapi pulang ke kandang " Wah, it must be my childhood memories! Lol Rasanya melihat dan merasakan sesuatu yang nyata, yang bukan hanya dari kata-kata orang ataupun bacaan yang dibaca itu rasanya. . . Tak tergambarkan! Yass!!



Pulang. . Pulang. .

Mereka ini (sapi) nurut, jinak, dan juga mengenal siapa pemiliknya. Sapi-sapi disini bukan hanya milik satu orang, tapi mereka tau siapa yang harus mereka ikuti. tanpa tali, tanpa derek, ataupun paksaan, yaaa. . bisa lah pulang. .



Sepolos Anak - Anak 

- "Kak jangan difoto dong, aku nya kan malu." kata si Anak sambil tertawa."
" Gapapa hasilnya bagus kok " balasku. -  






Perjalanan Hidup

- " Pagi, membantu ayah di sawah. Siang, kami ke sekolah. Sore, kami bermain sambil menggiring sapi pulang ke kandang. " -


Stonehenge

Ceritanya bebatuan ini stonehenge nya area ini. Lol Banyak penduduk yang mengambil foto, selfie, bahkan pre-wed di area bebatuan ini. Batu ini mempunyai daya tarik sendiri yang membuat orang-orang ingin foto di batu ini. Bukan spotnya atau batunya, tapi yang saya lihat menarik disini adalah sebuah kesederhanaan. 






So, sampai disini perkenalan tempat tinggalku di kota Bandar Lampung ini. Kota yang dimana mempunyai daya pikat sendiri sehingga aku mampu beradaptasi hanya dalam waktu 2 minggu. Thanks God, untuk konsistensi keindahan alam yang Engkau berikan, sehingga membuat hamba-Mu ini betah :') Hahaha. 

Dan buat penutupnya, aku akan share sedikit pengalaman yang aku dapat disini terkait dengan isu yang Indonesia hadapi saat ini. Jujur, ketika aku menginjakkan kakiku disini, tak bisa aku bedakan suku, ras, warna kulit, keturunan, agama, atau apapun itu. Mereka semua sama. karena disini semua berbaur. And. . Penduduk disini hampir semua orang bisa lebih dari satu bahasa loh , bahasa apapun itu, dari bahasa Indonesia, Sunda, Batak, Cina, Hokkian, Inggris, dan lainnya. Sampai-sampai ketika aku mendengar ada tukang yang berbahasa Sunda, aku tanyakan dia, "Pak, lebaran pulang dong yah k Jawa?" tanyaku. "Engga mbak, saya mah orang Lampung asli, tinggal pulang aja ke rumah." balasnya. So, how could i or you judge something by its cover?? Aku tidak bisa, begitupun juga kamu. Ketika adanya isu ini, di kota ini tampak tidak ada pergolakkan. Kami menghargai apa yang kita punya dan juga yang lain punya. So, i guess, apakah ini hanya terjadi di Ibu Kota kita?? Yasss!!


Yaaa. Yang kali ini beneran penutupnya. Hahaha. Beginilah perkenalan daerah dan kota yang aku tinggali sekarang. Indah, baik, dan semoga tidak ada polemik. Terima kasih yang udah mau baca postingan ini. Disini kita sama-sama sharing dan bertukar pikiran. Thanks! And. . Sampai jumpa di jalan-jalan berikutnya yang tentunya di kota Lampung. . Yas!!! 


Love from The Author,

Cindy Tjahjadi


You May Also Like

0 comments